Destinasi.idBagi anda yang berencana ingin berlibur ke Sulawesi namun belum menemukan destinasi wisata yang tepat maka silakan pilih Tana Toraja saja. Sebab disini ada banyak tempa wisata terbaik dan terlengkap termasuk wisata sejarah yang tak boleh terlewatkan. Dimana wisata bernilai sejarah tersebut yaitu desa adat yang memiliki banyak cerita dan sejarah yaitu Kete Kesu. Desa yang sau ini memiliki banyak rumah adata dan makam kuno yang diperkirkan berusia ratusan tahun.

Pesona Kete Kesu, Desa Wisata di Toraja yang Penuh Sejarah yang Memukau

Desa Kete Kesu terletak di Kampung Bonoran, Tikunna Malenong, Kecamaran Sanggalangi, Toraja Utara, Provinsi Sulawesi Selatan. Dalam perjalanan menuju ke Kete Kesu, anda akan dimanjakan dengan pemandangan persawahan hijau yang memanjakan mata. Setelah tiba di Kete Kesu, anda dapat menyaksikan barisan rumah adat Tongkonan yang usianya sudah lebih dari 300 tahun. Rumah tersebut dibangun berjajar rapi dan menghadap ke lumbung padi yang terdapat di bagian sisi timur.

Baca  Pantai Gigi Hiu Lampung Sebagai Fenomena Alam yang Menakjubkan

Uniknya rumah Tongkonan tersebut keseluruhan dihiasi oleh ukiran yang cantik dan tanduk kerbanu sebagai lambang status pemilik rumah tersebut. Semakin tnggi dan banyak tanduk yang dipasang maka semakin tinggi pula status sosial pemilik rumah tersebut. Hal tersebut tak terlepas dari harga tanduk kerbau yang sangat mahal bahkan bisa mencapai ratusan juta rupiah. Menurut warga setempat, kerbau memang dianggap sebagai hewan yang sakral. Tak heran jika saat ada anggota keluarga yang meninggal maka warna Toraja akan menyembelih kerbau. Hewan kerbau yang disembeli dpercaya akan mengantar arwah agar lebih cepat dalam perjalanan ghaib.

Selain terpesona  oleh rumah adat yang unik dan bersejarah, wisata sejarah di Kete Kesu rasanya kurang lengkap bila tidak berkunjung ke makam kuno di belakang rumah tongkonan. Makam tersebut berada di sebuah bukit batu yang usianya sudah lebih dari 500 tahun. Pemakaman kuno tersebut terlihat dipenuhi oleh tulang dan tengkorak warga suku setempat yang sudah meninggal. Bahkan adapula peti mati berhias ukiran serta patung-patung kayu.

Pemakaman jenazah di bukit batu tersebut memang sangat unik karen prosesi penyimpanan jenazah dilakukan dalam tiga tahap. Pertama jenzh di tempatkan di peti mati lalu disimpan di gua lalu dibuatkan juga patung kayu. Kedua, jenzah ditempatkan pada rumah kecil dari batu yang sudah diukir namun hanya dilakukan oleh keluarga yang kaya. Ketika yaitu tulang belulang diambil dari dalam gua lalu dimasukkan ke dalam peti setelah upacara ritual adat. Peti tersebut digantung dan biasanya bisa berisi puluhan tulang belulang satu keluarga. Banyaknya nilai sejarah dan adat di Kete Kesu yang tetap terjaga maka UNESCO menetapkan wisata sejarah Kete Kesu sebagai cagar budaya yang diakui dunia.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

10 − two =